Air terjun Sumber Pitu terletak di Dusun Tulungrejo, Desa Pujon Kidul, kecamatan pujon , Kabupaten Malang.
Kawasan air terjun ini masih belum dibuka untuk umum dan berada di
kawasan hutan Perhutani. Sehingga, kawasan ini belum begitu dikenal oleh
masyarakat luas, dan hanya dikenal di sekitar daerah Pujon dan
sekitarnya. Air terjun Sumber Pitu masih
alami serta tersembunyi di tengah hutan. Masyarakat Pujon Kidul biasa
menyebutnya dengan Sumber Pitu atau air terjun Tujuh.
Untuk menuju Desa Pujon Kidul dari Kota Malang dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan umum maupun kendaraan pribadi. Jika menggunakan kendaraan pribadi dari arah Batu,
langsung menuju arah Pujon ataupun Jombang - Kediri. Setelah melewati
patung tugu sapi, terdapat pertigaan Ringin Punden lalu berbelok ke
kiri. Lalu lurus menuju arah ke barat sampai masuk Desa Pujon Kidul.
Jika menggunakan kendaraan umum, dari Terminal Landung sari naik bus
Puspa Indah jurusan Jombang-Kediri atau naik angkutan BNK (jurusan
Batu-Ngantang-Kasembon) jika dari Terminal Batu. Setelah pertigaan
patung sapi, lalu turun di pertigaan ojekan Ringin Punden. Dari sini
kemudian bisa naik ojek menuju ke Pujon Kidul.
Namun, bagi pengunjung yang ingin menikmati Coban Sumber Pitu
harus bersusah payah untuk masuk kawasan ini. Karena, kompleks coban
itu tersembunyi di balik rerimbunan hutan belantara. Medannya terhitung
cukup berat untuk dilalui. Direkomendasikan hanya bagi pecinta alam
maupun wisatawan berminat khusus yang berkunjung ke kompleks coban ini.
Beratnya medan tidak hanya pada jalur yang bisa dilalui kendaraan roda
dua jenis motor trail, tapi juga dalam perjalanan yang harus diempuh
dengan berjalan kaki. Pengunjung harus menempuh jarak sekitar 7
kilometer dari pemukiman terdekat. Selama perjalanan menggunakan motor
trail dan berjalan kaki, harus melintasi jalan setapak ekstrem dan
melalui sejumlah perbukitan. Menembus hutan pinus, hutan belantara,
hingga rumput padang ilalang dengan jurang yang amat dalam.
Jalur dan obyek wisata
Sumber Pitu ini masih terjaga dan alami. Untuk mencapai Sumber Pitu
harus menempuh tiga jalur yang cukup menantang. Pertama adalah jalur
offroad yang harus melewati jalan yang berlubang, berbatu, naik, dan
turun serta menanjak sejauh 2,5 kilometer dari Dusun Tulungrejo. Jalur
ini bisa dilewati dengan mobil offroad, sepeda motor dan jalan kaki
tergantung dari masing-masing penjelajah. Bagi yang membawa kendaraan,
bisa dititipkan di ladang penduduk setempat, karena jalur selanjutnya
harus berjalan kaki. Jalur kedua adalah jalur climbing (mendaki). Di
medan ini, pengunjung harus mendaki sejauh sekitar 3 kilometer ke jalur
berikutnya dengan kontur tanah yang naik turun melewati semak berduri
dan rumput ilalang. Di jalur ini, pengunjung dimanjakan dengan
pemandangan gunung dan tebing yang indah serta cukup curam berada di
sisi kanan kiri. Keanekaragaman hayati di jalur ini juga masih terjaga.
Sekali-sekali juga akan terdengar suara burung yang berkicau,
gemericiknya air dan hembusan air. Di jalur ini pengunjung bisa
menikmati perjalanan dengan santai, menikmati alam sekitar dan menghemat
energi sampai jalur selanjutnya menuju Sumber Pitu.
Sampai di jalur terakhir, ini termasuk penentuan untuk sampai di Sumber Pitu.
Berbeda dengan jalur kedua, untuk jalur ketiga ini harus melewati jalan
sempit dengan tebing curam di samping kanannya. Kemudian dilanjutkan
dengan menembus tebing yang diselimuti oleh tumbuhan yang lebat. Bahkan
pemandu harus memakai sabit untuk membuka dan membersihkan jalan. Jarak
tempuh sampai Sumber Pitu masih sekitar 2,5 kilometer. Pada jalur ini
harus benar-benar berhati-hati, karena di sini kondisi jalan sangat
lembab, licin, dan menurun. Kemudian banyak juga tanaman berduri,
sehingga badan atau anggota tubuh badan lainnya bisa terluka karenanya.
Tanda
jika lokasi Sumber Pitu sudah dekat adalah adanya suara bunyi air yang
cukup deras, udara dingin, lembab dan tumbuhan di sekitar terlihat
basah. Setelah itu pengunjung akan disambut dengan air terjun yang cukup
besar. Hawa dingin, air bersih yang dingin, bunyi gemericik air dan
alam yang hijau tenang serta damai menyambut kedatangan pengunjung.
Jalur terakhir untuk menuju ke Sumber Pitu, harus melewati medan yang
cukup berat dan menentukan yaitu memanjat tebing dengan kemiringan
sekitar 45 derajat. Kondisi tebing ditumbuhi dengan tanaman-tanaman
merambat. Tetapi Anda jangan khawatir, karena pemandu di sana sudah
terlatih. Anda cukup mengikuti instruksi pemandu yang lebih
berpengalaman.
Walaupun namanya Sumber Pitu,
di kawasan hutan lindung ini sedikitnya terdapat 14 coban yang jaraknya
saling berdekatan. Di titik inilah dinamakan Coban Sumber Pitu. Meski
jumlahnya ada sembilan, tetapi warga sekitar tetap menamainya Coban
Sumber Pitu. Pemandangan Coban Sumber Pitu di Pujon ini keindahannya
sungguh menakjubkan. Di kawasan yang oleh masyarakat dikenal sebagai
Petak 100 tersebut ternyata tak hanya ada sembilan coban, tetapi juga
terdapat empat titik air terjun yang terletak tidak jauh dari tebing
itu. Empat titik air terjun itu, terletak di tebing yang bersebelahan
dengan Sumber Pitu. Ini merupakan air terjun di titik kedua.
Tidak hanya itu, sebelum mata dimanjakan dengan sajian Sumber Pitu,
juga terdapat satu aliran coban lainnya. Letaknya berada di bagian
bawah dan dinamai Coban Tunggal. Alirannya yang deras dan besar terlihat
dari jalan setapak. Begitu mencapai titik air terjun di bagian depan
ini, tinggal menoleh ke kiri maka menemui Coban Sumber Pitu. Aliran dari
Coban Tunggal yang berjarak sekitar 150 meter dari Sumber Pitu tersebut
bertemu pada aliran sungai yang sama. Inilah yang disebut air terjun di
titik ketiga.
Di
depan Coban Sumber Pitu terdapat sebuah batang pohon berusia puluhan
tahun yang telah tumbang. Akarnya terangkat ke atas. Dari titik ini juga
merupakan tempat pengambilan foto yang menawan. Perpaduan antara
keindahan, kedamaian, tantangan, serta panorama yang ada di Sumber Pitu
sungguh memikat pengunjung yang datang. Tujuh air terjun setinggi
sekitar 70 meter di tengah hutan melahirkan pesona luar biasa. Di dekat
sumber ada hamparan rumput lebat yang bisa digunakan untuk bersantai.
Sumber : Radar Malang dan berbagai sumber lainnya
Sumber : ngalam.id