Tentang Kota Pacitan Kabupaten Pacitan terletak di Pantai Selatan Pulau Jawa dan berbatasan dengan Propinsi Jawa Tengah dan daerah Istimewa Yogyakarta
merupakan pintu gerbang bagian barat dari Jawa Timur dengan kondisi
fisik pegunungan kapur selatan yang membujur dari gunung kidul ke
Kabupaten Trenggalek menghadap ke Samudera Indonesia.
Kabupaten Pacitan
mempunyai luas wilayah 1.389,87 Km2 atau 138.987,16 Ha yang kondisi
alamnya sebagian besar terdiri dari bukit-bukit yang mengelilingi
kabupaten. Sedangkan wilayah kota Pacitan yang merupakan inti atau pusat
pemerintahan berupa dataran rendah. Selebihnya berupa daerah pantai
yang memanjang dari sebelah barat sampai timur di bagian selatan.
Pacitan
adalah kecamatan yang menjadi ibukota Kabupaten Pacitan, provinsi Jawa
Timur, Indonesia. Kota Pacitan adalah denyut nadi pemerintahan dan
perekonomian kabupaten pacitan secara keseluruhan. Lansekap kota Pacitan
terletak di lembah, di tepi Teluk Pacitan dan dialiri sungai Grindulu
yang membentang dari wilayah selatan menuju pantai Teleng Ria.
Kabupaten
Pacitan merupakan salah satu dari 38 Kabupaten di Propinsi Jawa Timur
yang terletak di bagian Selatan barat daya. Kabupaten Pacitan terletak
di antara 1100 55′ – 1110 25′ Bujur timur dan 70 55′ – 80 17′ Lintang
Selatan.
Dari aspek topografi menunjukkan bentang daratannya bervariasi dengan kemiringan sebagai berikut:
0-2
% meliputi ± 4,36 dari luas wilayah merupakan tepi pantai. 2-15 %
meliputi ± 6,60 % dari luas wilayah baik untuk pertanian dan
memperhatikan usaha pengawetan tanah dan air. 15-40 % meliputi ± 25,87
dari luas wilayah sebaiknya untuk usaha tanaman tahunan. 40 % keatas
meliputi ± 63,17 % dari luas wilayah merupakan daerah yang harus
difungsikan sebagai daerah penyangga tanah dan air serta menjaga
keseimbangan ekosistem di Kabupaten Pacitan.
Batas-batas Administrasi :- sebelah Timur : Kabupaten Trenggalek
- sebelah Selatan : Samudera Indonesia
- sebelah Barat : Kabupaten Wonogiri ( Jawa Tengah )
- sebelah Utara : Kabupaten Ponorogo
Bila
ditinjau dari struktur dan jenis tanah terdiri dari Assosiasi Litosol
Mediteran Merah, Aluvial kelabu endapan liat, Litosol campuran Tuf
dengan Vulkan serta komplek Litosol Kemerahan yang ternyata di dalamnya
banyak mengandung potensi bahan galian mineral. Pacitan disamping
merupakan daerah pegunungan yang terletak pada ujung timur Pegunungan
Seribu, juga berada pada bagian selatan Pulau Jawa dengan rentangan
sekitar 80 km dan lebar 25 km. Tanah Pegunungan Seribu memiliki ciri
khas yang tanahnya didominasi oleh endapan gamping bercampur koral dari
kala Milosen (dimulai sekitar 21.000.000 – 10.000.000 tahun silam).
Sejarah Kota PacitanTerdapat minimal dua versi mengenai asal usul nama Pacitan.
Versi pertama, Pacitan berasal dari kata “Pace Sak Pengetan” yang
diberikan oleh Pangeran Mangkubumi saat menyingkir ke daerah Wengker
Kidul karena terdesak musuh. Saat itu sedang terjadi perang gerilya
1747-1749 (Perang Palihan Nagari (1746-1755) )melawan VOC Belanda, Pangeran
Mangkubumi mengalami kekalahan, beliau disertai 12 orang pengikutnya
mundur keselatan sambil mencari dukungan untuk membantu perjuangan.
Tanggal 25 Desember 1749 rombongan tersebut lemah lunglai, dan atas
bantuan setroketipo beliau diberi sebuah minuman yaitu buah pace yang
telah direndam dengan legen buah kelapa, dan seketika itu juga kekuatan
Pangeran Mangkubumi pulih kembali.
Daerah
itu diingat dengan pace sapengetan dan dalam pembicaraan keseharian
sering disingkat dengan pace-tan lalu menjadilah sebuah nama kabupaten
Pacitan (Drs. Ronggosaputro;1980)
Setelah
Pangeran Mangkubumi menjadi Hamenku Buwono I beliau memenuhi janjinya
kepada para pengikutnya yang ketika itu ikut bergerilya. Setroketipo
diangkat menjadi Bupati Pacitan ke-2 setelah sebelumnya dijabat oleh
Raden Ngabehi Tumenggung Notoprojo.
Raden
Ngabehi Tumenggung Notoprojo sebelumnya diangkat juga oleh Pangeran
Mangkubumi pada tanggal 17 Januari 1750 setelah beliau banyak membantu
Pangeran Mangkubumi ketika bergerilya didaerah pacitan. Ketika itu
Ngabehi Suromarto menjabat demang Nanggungan dan ketika diangkat bupati
bergelar Raden Ngabehi Tumenggung Notoprojo.
Versi
yang lain mengatakan bahwa Pacitan berasal dari kata pacitan yg berarti
makanan kecil, camilan, snack yang tidak mengenyangkan. Ada yang
mengkaitkan ini dengan kondisi Pacitan saat itu sebagai daerah minus
sehingga sumber daya alam yang ada tidak mencukupi atau tidak
mengenyangkan warga yang tinggal di tempat tersebut.
Ada fakta yang menarik bahwa nama Pacitan
ternyata telah muncul jauh sebelum terjadi perang gerilya Pangeran
Mangkubumi. Nama Pacitan telah disebut-sebut dalam Babad Momana yang
dibuat pada masa pemerintahan Sultan Agung (1613-1645).